Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) apresiasi sembilan nama anggota Panitia Seleksi (Pansel) pimpinan KPK jilid IV yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Wakil Ketua KPK, Johan Budi SP mengatakan, kesembilan nama yang tidak memiliki latar belakang partai politik itu, membuat penyeleksi bisa lebih independen.
‪”Apa yang dilakukan Presiden Jokowi ini patut diapresiasi. Dia memilih anggota Pansel yang berdasarkan apa yang dibutuhkan KPK. Jadi pansel ini bisa memilih sosok pimpinan yang independen, tapi juga multi talenta,” ujar Johan, saat berbincang dengan wartawan, Kamis (21/5).
Menurut Johan, dalam penyeleksian calon pimpinan lembaga antirasuah, diperlukan panitia-panitia yang independensi tinggi. Hal itu bisa didapat dari latar belakang anggota yang non-partai.
“Karena mereka tidak berafiliasi dengan partai politik, maka bisa dipercaya kalau mereka lebih independen,” terang Johan.
‪”Tentu yang terpenting adalah independensi. Nah independensi ini bisa didapat dari tokoh-tokoh yang dipilih menjadi anggota pansel,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Jokowi secara resmi telah mengumumkan sembilan nama anggota Pansel Komisioner KPK jilid IV. Dari kesembilan nama tersebut, tidak satu pun anggota yang pernah berkecimpung dalam sebuah partai politik.
Berikut sembilan nama anggota Pansel calon pimpinan KPK jilid IV:
1. Destry Damayanti, ahli ekonomi keuangan dan moneter2. Eni Nurbaningsih, pakar hukum tata negara Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional3. Harkristuti Harkrisnowo pakar hukum pidana dan HAM, Kepala Badan Pengembangan Manusia Kemenkum HAM4. Betty Alisyahbana, ahli IT dan manajemen5. Yenti Garnasih, pakar hukum pidana ekonomi dan pencucian uang6. Supra Wimbarti, ahli psikologi SDM dan pendidikan7. Natalia Subagyo, ahli tata negara pemerintahan8. Diani Sadya Wati, ahli di Bappenas9. Meuthia Ganie-Rochman, ahli sosiolog korupsi dan modal sosial

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby