Ilustrasi

Jakarta, Aktual.com – Kekayaan dan berbagai keunggulan Bangsa Indonesia diyakini harus dijaga serta dilindungi oleh segenap bangsa. Badan Pembudayaan Kejoeangan 45 menilai kebhinekaan budaya dan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa adalah modal Bangsa Indonesia yang sejatinya dapat menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang digdaya di muka bumi.

Anggota Badan Pembudayaan Kejoangan 45, Pandji R Hadinoto, menyebut kekayaan budaya dan alam Indonesia seolah sudah dilupakan oleh Masyarakat Indonesia. Masyarakat cenderung abai untuk memelihara dan melindungi kekayaan bangsanya sendiri.

“Berbekal Politik Kemerdekaan Proklamasi Indonesia, mari kita pelihara dan kawal keunggulan Indonesia termasuk menjaga kekayaan sumber daya alam indonesia dari tindakan-tindakan melawan hukum pihak2 Kontra Ketahanan Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Pandji dalam siaran pers yang diterima Aktual, Jum’at (19/5).

Ketua Dewan Harian Cabang 45 (DHC 45) Jakarta Selatan ini menguraikan sedikitnya terdapat enam kekayaan dan keunggulan yang dimiliki Indonesia. Enam kekayaan tersebut adalah sebagai berikut

1. 17.504 Pulau
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau. Dari jumlah tersebut terdapat 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni.

“Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar di dunia, yaitu Kalimantan, pulau terbesar ketiga di dunia dengan luas 539.460 km², Sumatera dengan luas 473.606 km² dan Papua dengan 421.981 km²,” sebut Pandji.

2. 740 Suku Bangsa
Sedikitnya terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dari jumlah tersebut, Pulau Papua menjadi wilayah dengan sebaran suku paling banyak, yaitu dengan 270 suku.

“Tiap suku itu memiliki corak budaya masing-masing, yang juga merupakan kekayaan budaya tersendiri masing-masing,” ucap Pandji.

3. 721 Bahasa Daerah
Indonesia merupakan negara dengan bahasa daerah yang paling banyak di dunia, dengan lebih dari 721 bahasa daerah.

Menurut jumlah penuturnya, bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Indonesia berturut-turut adalah:
Jawa (80 juta penutur), Melayu-Indonesia, Sunda, Madura, Batak, Minangkabau, Bugis, Aceh, Bali, dan Banjar.

“Di antara ratusan bahasa daerah tersebut, yang paling banyak sebarannya adalah di Papua dan Kalimantan. Sedangkan yang paling sedikit adalah di Pulau Jawa,” jelas Pandji.

4. 5.849 Motif Batik
Batik merupakan warisan pusaka dunia dari Indonesia. Pandji menuturkan bahwa ribuan motif batik telah didata oleh Bandung Februari Institute dan Sobat Budaya dalam sembilan tahun terakhir.

Dari hasil pendataan tersebut, ternyata motif batik sangat beragam. Tidak hanya berkembang di Pulau Jawa saja, tetapi juga Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara dan Papua.

“Pendataan ini dilakukan melalui situs www.budaya-indonesia-org, dan hasilnya terdokumentasikan sedikitnya ada 5.849 motif batik,” paparnya.

5. Komodo: Binatang Purba yang Hanya Ada di Indonesia
Komodo kini dilindungi di bawah peraturan Pemerintah Indonesia di
Taman Nasional Komodo. Hewan ini hanya tersebar di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Habitat asli Komodo hanya bisa ditemukan di Kepulauan Indonesia ini dan tidak ada di belahan dunia lain,” ujar Pandji.

Seperti yang diketahui, Taman nasional Komodo sejak dua puluh tahun lalu telah ditetapkan oleh UNESCO World Heritage Committee sebagai daftar Situs Warisan Dunia (The World Heritage Sites).

6. Raflesia Arnoldi: Bunga Terbesar di Dunia ini Milik di Indonesia.
Ini adalah bunga terbesar di dunia. Bunga ini ditemukan pertama kali pada 1818 di hutan tropis Bengkulu, tepatnya di dekat Sungai Manna, Lubuk Tapi, Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Bengkulu sendiri dikenal di dunia sebagai ‘The Land of Rafflesia’ atau Bumi Rafflesia,” jelas Pandji.

Enam hal di atas hanya sebagian dari kekayaan yang dimiliki Indonesia. Namun demikian, Pandji berharap bahwa catatan kecil ini dapat terus terpatri dalam sanubari masyarakat Indonesia sehingga berujung pada sikap serta tindakan yang dapat melindungi kekayaan bangsa.

Pewarta : Teuku Wildan

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs