Donald Trump

Roma, Aktual.com – Italia, Prancis dan Jerman, mengatakan menyesalkan keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik diri dari kesepakatan iklim Paris dan menolak sarannya agar piagam dunia itu diperbaiki.

“Kami anggap kesempatan dihasilkan di Paris pada Desember 2015 itu tidak dapat diubah dan kami sangat percaya bahwa Perjanjian Paris tersebut tidak dapat dirunding-ulangkan, karena itu sarana penting bagi planet, masyarakat dan ekonomi kita,” kata ketiga pemimpin negara itu dalam pernyataan langka bersama, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (2/6).

Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, mendesak sekutu mereka mempercepat upaya memerangi perubahan iklim dan mengatakan akan berbuat lebih banyak untuk membantu negara berkembang menyesuaikan diri.

Ketiga pemimpin tersebut berusaha meyakinkan Trump pada pekan lalu di temu puncak Kelompok Tujuh untuk tetap dalam perjanjian itu dan menghormati tekad pemerintahan sebelumnya.

Dalam pidato di Gedung Putih, Trump menyatakan Amerika Serikat akan berusaha merundingkan kembali kesepakatan tersebut dan mengutuk yang disebutnya beban keuangan dan ekonomi “kejam”, yang dipaksakan kesepakatan itu.

Pernyataan tidak biasa Prancis-Italia-Jerman itu, disiarkan hampir sejam setelah Trump mengumumkan keputusannya, menggarisbawahi kekecewaan tiga ekonomi terbesar wilayah euro tersebut dan tekad mereka untuk tetap berjalan tanpa dukungan Washington.

“Kami yakin bahwa pelaksanaan Kesepakatan Paris menawarkan peluang hakiki ekonomi untuk kemakmuran dan pertumbuhan di negara kita dan dunia,” kata ketiga pemimpin tersebut.

“Kami menegaskan tekad terkuat kami untuk cepat melaksanakan Perjanjian Paris, termasuk tujuan keuangan iklimnya, dan kami mendorong semua mitra kami untuk mempercepat tindakan memerangi perubahan iklim,” katanya.

Dalam pidatonya, Trump mengeluh bahwa Piagam Paris mengharuskan negara kaya membantu negara berkembang membangun sumber energi terbarukan.

Prancis, Italia dan Jerman mengisyaratkan siap berbuat lebih banyak untuk membantu tanpa dana Amerika Serikat.

“Kami akan meningkatkan upaya mendukung negara berkembang, khususnya yang termiskin dan paling rentan, dalam mencapai tujuannya,” demikian ketiga pemimpin tersebut.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: