Jakarta, Aktual.co —Pertamina tetap butuh peran ‘trading arm’ yang selama ini diemban Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) dalam menjalankan fungsi pengadaan.
Pandangan itu disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI Hari Purnomo. Kata dia, untuk sektor pengadaan, keberadaan Petral tidak keliru.
Karena setiap perusahaan migas itu wajar memiliki ‘trading arm company’. Itu untuk mengikuti perkembangan minyak dunia. Penting bagi pengadaan,” kata Hari, dalam diskusi Aktual Forum di Warung Komando Tebet, Jakarta, Minggu (31/5).
Lebih lanjut Hari mempertanyakan Pertamina yang mengandalkan unit usahanya, Integrated Supply Chain (ISC) sejak awal tahun ini untuk, fungsi pengadaan minyak. Sementara Petral diketahui tengah dilikuidasi hingga April 2015.
Dengan dilikuidasinya Petral dan hanya mengandalkan ISC, Hari khawatir Pertamina bakal kesulitan di jangka panjang dalam menjalankan kegiatan pengadaan. “Tanpa Petral, Pertamina akan kesulitan dalam mendapatkan minyak,” ucap dia.
Hari mengatakan ibarat membeli tiket pesawat, bisa langsung tapi juga melalui travel agen. “ISC bukan lembaga baru, itu sudah lama dimiliki Pertamina. Keberadaan Petral tidak salah, tidak keliru. Mungkin yang salah adalah tata kelolanya,” ucap dia.
Artikel ini ditulis oleh:















