Jakarta, Aktual.com-Selama Bulan Ramadhan, di Wilayah Jakarta Utara (Jakut) telah terjadi 25 kasus kebakaran. Kasus tersebut mayoritas terjadi akibat arus pendek listrik (korsleting).
Menurut Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Satriadi Gunawan kebakaran yang dipicu korsleting sendiri mencapai angka 76 persen, penyebab lain seperti gas 12 persen dan pembakaran sampah 12 persen.
“Jumlah kebakaran Ramadan tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 27 kasus,” jelas Satriadi, di Jakarta, Kamis (6/7).
Menurut Satriadi, sosialisasi pencegahan dan penanganan dini kebakaran sendiri harus terus digencarkan kepada masyarakat. Sehingga, kasus kebakaran maupun nilai kerugiannya dapat diminimalisir.
“Nilai kerugiaan materiil akibat kebakaran selama Ranmadan tahun ini mencapai sekitar Rp 14,5 miliar,” tutup Satriadi..
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















