Daniel Johan

Jakarta, Aktual.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menargetkan 60 persen kemenangan saat pagelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 mendatang. Target tersebut mencapai 114 daerah dari 171 daerah yang mengadakan Pilkada serentak tahun depan.

Ketua Desk Pilkada DPP PKB, Daniel Johan menyatakan, target tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan hasil kemenangan yang diraih partainya pada Pilkada serentak tahun ini yang diadakan pada 15 Februari lalu.

“PKB Menargetkan untuk bisa memenangkan 60 persen dari keseluruhan pilkada yang akan diikuti, lebih tinggi dari persentase kemenangan PKB pada Pilkada 2017 yang 54 persen,” kata Daniel kepada Media melalui pernyataan persnya, di Jakarta, Sabtu (15/7).

Target ini disebutnya tidak main-main karena Pilkada 2018 merupakan ajang yang sangat penting untuk mempersiapkan diri dalam Pemilu 2019. Daniel mengatakan bahwa Pilkada tahun depan adalah batu loncatan untuk menuju Pemilu nasional yang diadakan 2019.

Oleh karenanya, PKB akan berusaha keras agar target tersebut dapat dicapai. PKB sendiri telah menyiapkan sedikitnya 50 kader asli untuk menduduki kursi kepala daerah dalam Pilkada 2018.

Para calon nantinya akan diharuskan mengikuti serangkaian tes sebelum menjadi calon resmi yang diusung PKB dalam pesta demokrasi di daerah-daerah. Beberapa tes tersebut yaitu tes administrasi, psikologi, uji kelayakan dan survei.

“PKB mensyaratkan setiap bakal calon akan komitmennya pada Pancasila, kebinekaan, NKRI, dan mewujudkan pemerintahan yang bersih dan program kerakyatan yang konkret,” ujar Daniel.

Wakil Ketua Komisi IV DPR ini mengungkapkan bahwa pihaknya akan membuka pendaftaran mulai 24 Juli hingga 20 Agustus 2017. Waktu pendaftaran ini disebutnya agak mundur karena pihaknya akan mengadakan serangkaian kegiatan untuk memperingati Harlah PKB pada 23 Juli nanti.

Menurutnya, PKB akan memprioritaskan dua kelompok dalam menghadapi Pilkada 2018. Kelompok pertama adalah bakal calon perempuan untuk memenuhi komitmen dalam meningkatkan partisipasi perempuan di dunia politik. Sedangkan kelompok kedua yaitu para generasi muda yang potensial.

“Generasi muda yang memiliki kegairahan tinggi, memiliki elektabilitas dan kemauan tinggi untuk mengabdi pada rakyat,” pungkasnya.
Pewarta : Teuku Wildan

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs