Jakarta, Aktual.co — Pemerintah memproyeksi nilai tukar rupiah pada 2016 mencapai Rp12.800-13.200 per dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro saat menghadiri sidang paripurna di DPR RI.

“Meskipun ada risiko tekanan kurs rupiah, tapi membaiknya kondisi fundamental ekonomi dengan naiknya alokasi dana infrastruktur dan komitmen pemerintah dalam pembiayaan dan insiatif pembangunan,” ujar Bambang di gedung DPR RI, Rabu (20/5).

Meski demikian, Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus DW Martowardojo mengatakan belum bisa menyampaikan responnya mengenai hal tersebut. Menurutnya, BI belum ada rekomendasi untuk penetapan asumsi APBN 2016 mendatang.

“Saya belum ada keputusan di board tentang range yang kami rekomen untuk penetapan asumsi bagi APBN 2016. Tetapi kalau mendengar Rp12.800-13.200 saya mungkin belum bisa menyampaikan respon,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka