Ratusan petani Garam yang tergabung dalam Forum Petani Garam Madura (FPGM) melakukan aksi didepan kantor Kementrian Perdagangan, Jakarta, Rabu (24/2/2016). Dalam aksi para petani garam menolak Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 125 Tahun 2015 tentang Ketentuan Impor Garam.

Jakarta, Aktual.com – Plt Dirut PT Garam, Budi Sasongko menerima penugasan dari Kementerian Perdagangan untuk melakukan impor garam bahan baku sebanyak 75 ribu ton. Kebijakan ini diambil sebagai solusi dari kelangkaan garam dalam negeri.

Budi menjelaskan bahwa pihaknya telah menghubungi industri garam dari negara Australia dengan pertimbangan jalur transportasinya lebih dekat ke Indonesia. Diperkirakan orderan ini akan tiba di pelabuhan Ciwandan, Tj Perak, dan Belawan pada 10 Agustus 2017.

“InsyaAllah kita sudah menghubungi di Australia karena paling dekat dan paling cepat. Sudah kami lakukan komunikasi per rapat tadi. Di 3 pelabuhan,” katanya di Jakarta, Jumat (28/7).

Sementara Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Agung Setya menyatakan; pihaknya akan mengawal proses impor ini dari tindak penyimpangan.

“Kami dari Satgas pangan, tidak hanya polri, dari Kementan, KKP. Kita akan kawal dari proses pengadaan garam secepatnya ini. mekanisme ke end user. kita ingin pastikan proses ini tidak ada perembesan. kita akan lakukan ini bersama Polda dan sampai ke tingkat Polres. ini yang ingin kita sampaikan. kemudian garam sampai di tujuan,” tegasnya.
Laporan: Dadangsah Dapunta

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby