Jakarta, Aktual.com – Partai Hanura secara resmi mengumumkan pencalonan Joko Widodo sebagai calon Presiden periode 2019-2024. Keputusan tersebut langsung diinstruksikan ke 34 DPD Propinsi Partai Hanura seluruh Indonesia.
“Kamis (3/8) malam saya bertemu 34 Ketua DPD Hanura seluruh Indonesia, mereka sepakat mencalonkan Joko Widodo sebagai calon Presiden 2019-2024,” ujar Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Partai Hanura, di The Stones Hotel, Kuta, Bali, Jumat, (4/8).
Pengukuhan dukungan itu diberikan setelah sebelumnya dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Hanura pada Desember 2016, partai tersebut mendeklarasikan dukungan terhadap Jokowi di Pemilu Presiden 2019.
Oso mengatakan Hanura sebagai parpol pendukung pemerintah tetap berkomitmen atas sikap politiknya tersebut sehingga akan terus mengawal program-program pembangunan yang dijalankan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Menurut dia, dukungan Hanura juga diberikan kepada pemerintah terkait kebijakan membubarkan organsiasi kemasyarakatan (Ormas) yang anti-Pancasila dan anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Bagi Hanura, Pancasila sebagai ideologi sudah final. Membubarkan ormas yang menolak Pancasila adalah konstitusional,” katanya.
Oso juga menegaskan bahwa Hanura sebagai anggota partai pendukung pemerintah, tidak akan melakukan perbuatan yang menjegal kebijakan pemerintahan. Menurut dia, berkoalisi dalam pemerintahan ibarat pertemanan, harus dilakukan secara tulus dan tidak boleh berselingkuh.
“Hanura sebagai anggota koalisi pemerintahan, tidak akan melakukan perbuatan yang menjegal teman apalagi ‘menggunting dalam selimut’,” katanya.
Partai Hanura akan melaksanakan kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I bertempat di The Stones Hotel, Kuta, Bali pada tanggal 4-5 Agustus 2017.
Rapimnas I akan membahas berbagai masalah yang bersifat khusus dan mendesak, yang akan dihadiri oleh unsur peserta dan peninjau.
Rapimnas I juga akan membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan agenda politik strategis nasional baik internal seperti agenda politik Pilkada serentak 2018 dan Pemilu-Pilpres 2019.
Selain itu secara eksternal, yang kemudian itu akan menjadi sikap politik Partai Hanura, baik dalam hal kepartaian maupun keIndonesiaan.
Pewarta : Nailin In Saroh
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs















