Jakarta, Aktual.co — Gerakan Aktivis Palu untu Rakyat (GAPURA) melakukan Aksi pemblokiran Jalan utama kota pasca tindakan represif aparat yang berlebihan.
Aksi yang sebelumnya memblokir beberapa Kampus dikota palu berujung Ricuh dengan aparat kepolisian Kota Palu. Sebanyak 32 Orang massa Aksi mengalami luka-luka dan satu orang koordinator GAPURA Andrie Wawan ditahan selama satu jam di Polres kota Palu.
Aksi yang menuntut ‘Turunkan Rezim Jokowi’ tersebut merupakan aksi serentak yang dilakukan disemua daerah se-Indonesia.
“Kami menyayangkan Pihak pengamanan Polres Kota Palu yang melakukan tindakan refresif secara berlebihan, hingga 32 orang kawan kami mengalami luka sobek dan memar akibat pentungan dan tendangan aparat,” ujar Andrie Wawan, dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (20/5).
Oleh karena itu, lanjut Andri,  semangat GAPURA tidak berhenti sampai disini. GAPURA mengajak seluruh kaum buruh, kaum tani, kaum miskin kota untuk bersatu mewujudkan Indonesia yang ber-Trisakti dan Indonesia yang ber-Pancasila dengan cara turun kejalan pada pukul 16.00 waktu setempat, sore hari ini, di depan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
“Musuh kami bukan Aparat, Tapi Musuh Kami adalah Neoliberalisme dan Jokowi adalah Boneka Neoliberalisme,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh: