Jakarta, Aktual.co — Delegasi bisnis Inggris, Lord Mayor of the City of London Alderman Alan Yarrow mengaku siap mendukung Indonesia dalam pembangunan infrastruktur sehingga dapat lebih berperan bagi pertumbuhan perekonomian di wilayah ASEAN.
“Pembiayaan infrastruktur tergolong baru dan inovatif, kami akan mendukung. Dengan mesin perekonomian yang berperan penting bagi pertumbuhan di seluruh wilayah ASEAN, Indonesia juga merupakan pasar yang sangat krusial bagi Inggris,” ujar Alderman Alan Yarrow dalam kunjungannya ke Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Rabu (20/5).
Di Indonesia, lanjut dia, investor asal Inggris masuk dalam posisi lima besar, maka itu Inggris da Indonesia siap menjalin kerjasama di bidang keuangan, termasuk yang berbasis syariah. Dengan berbagai proyek infrastruktur yang ada, firma-firma Kota London siap mendukung Indonesia.
“Perbankan dan pasar modal syariah serta potensi kerjasama antar kedua negara adalah subjek yang ingin saya angkat dalam kunjungan ini karena saya ingin menunjukkan bahwa Inggris adalah pemimpin komunitas finansial internasional di negara barat,” katanya.
Berperan sebagai Duta Besar Inggris dalam pelayanan profesional dan finansial, Lord Mayor akan bertemu pejabat senior pemerintahan, para investor, pembuat kebijakan serta para pemimpin bisnis di Indonesia. Tema kunjungan mencakup perbankan syariah dimana Lord Mayor akan menyampaikan pidato tentang keahlian Inggris di bidang syariah, pasar modal dan “Private Finance Initiatives”.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan diskusi dengan Lord Mayor dalam rangka meningkatkan likuiditas pasar keuangan syariah, salah satunya surat utang syariah atau sukuk.
“Di Inggris, pasar sukuknya sangat aktif dan likuid. Kami ingin mendengar dan bertukar pikiran terkait keberhasilan di sana sehingga bisa dijadikan pertimbangan di Indonesia. Sejauh ini belum ada perjanjian nota kesepahaman,” ujar Nurhaida.
Ia menyampaikan bahwa kedatangan Lord Mayor ke Indonesia karena melihat Indonesia merupakan salah satu penduduk muslim terbesar dan melihat potensi pasar syariah.
“Sekitar 20 delegasi Lord Mayor akan membagi pengalamannya mengenai produk keuangan syariah agar bisa berkembang lebih cepat, dan hasilnya bisa digunakan ‘workshop’ nantinya. Pada dasarnya, ini masih permulaan, untuk kerjasama-kerjasama ke depannya akan diprogramkan,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:

















