Jakarta, Aktual.co —  Cacar air (atau chicken pox, red) disebabkan virus varisela zoster. Virus ini menyerang kulit dengan membentuk luka (lesi)  yang berisi cairan. Infeksi virus ini biasanya mengenai balita berusia sembilan bulan ke atas. Orang dewasa jarang terkena cacar air, tetapi bila terkena biasanya akan lebih berat ketimbang balita.

Perlu diketahui, bahwa penyakit cacar air ini merupakan penyakit menular. Penyakit ini dapat menularkan virusnya melalui  bersentuhan dengan luka si penderita, atau menggunakan benda bekas si penderita, bisa juga melalui udara seperti  batuk atau bersin.

Cacar air dapat menyerang siapa saja, namun biasanya cacar air cenderung menyerang balita. Namun, dalam kasus  ini pernah terjadi kepada beberapa bayi. Bayi berusia di bawah enam bulan jarang terkena penyakit cacar air, karena masih memiliki kekebalan dari ibunya.

Sedangkan, setelah bayi berumur 8-9 saat mulai banyak mengkonsumsi asupan makanan, makka penyakit cacar tidak menutup kemungkinan menular.

Gejala  awal
Biasanya, cacar air terjadi antara 14-16 hari. Gejala cacar air antara lain nyeri kepala dan demam yang berlangsung sekitar 3-7 hari dan kadang-kadang disertai pilek atau hidung tersumbat, bersin dan batuk.

Setelah demam reda, muncul bintik-bintik merah yang dimulai dari daerah sekitar dada dan wajah. Kemudian menyebar ke seluruh tubuh  disertai rasa gatal. Kondisi ini diakhiri dengan munculnya vesikel (bintil yang di dalamnya berisi cairan jernih). Jumlah bintil ini bervariasi pada setiap penderita

Masa aktif penularan penyakit cacar air adalah 1-2 hari sebelum bintil pertama muncul, hingga 6-7 hari setelah bintil terakhir muncul. Lewat masa tersebut, secara klinis bayi atau balita sudah tidak akan menularkan penyakitnya lagi. Artinya, dia sudah mulai diperbolehkan berdekatan bahkan bermain dengan orang lain.

Cegah dengan vaksinasi
Untuk mencegah kemungkinan terkena atau tertular cacar air dapat diberikan vaksinasi. Kalaupun terkena setelah vaksinasi, biasanya tidak sampai parah. Vaksinasi biasanya diberkan pada usia satu tahun ke atas.

Karena pada usia ini bayi sudah tidak lagi memiliki kekebalan tubuh dari ibunya. Daya lindung vaksin ini bisa mancapai 97 persen dan dapat diulang saat balita berusia lima  tahun.

Artikel ini ditulis oleh: