Wakapolri komjen Polisi Syafruddin (ketiga kanan) foto bersama saat menjadi delegasi pada forum ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime ke-11 (AMMTC) di Manila, Filipina, Selasa (19/9/ 2017). Menurut Wakapolri Indonesia berkomitmen dalam penanganan rise of radicalisation dan violent extremism dengan mengedepankan metode soft power serta menetapkan agenda bersama mencegah, menanggulangi, memberantas kejahatan transnasional yang sifatnya borderless region. AKTUAL/Humas Polri
Wakapolri Komjen Polisi Syafruddin saat tiba di bandara akan menjadi delegasi pada forum ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime ke-11 (AMMTC) di Manila, Filipina, Selasa (19/9/ 2017). Menurut Wakapolri Indonesia berkomitmen dalam penanganan rise of radicalisation dan violent extremism dengan mengedepankan metode soft power serta menetapkan agenda bersama mencegah, menanggulangi, memberantas kejahatan transnasional yang sifatnya borderless region. AKTUAL/Humas Polri
Wakapolri Komjen Polisi Syafruddin saat menjadi delegasi pada forum ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime ke-11 (AMMTC) di Manila, Filipina, Selasa (19/9/ 2017). Menurut Wakapolri Indonesia berkomitmen dalam penanganan rise of radicalisation dan violent extremism dengan mengedepankan metode soft power serta menetapkan agenda bersama mencegah, menanggulangi, memberantas kejahatan transnasional yang sifatnya borderless region. AKTUAL/Humas Polri
Wakapolri Komjen Polisi Syafruddin saat tiba di bandara akan menjadi delegasi pada forum ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime ke-11 (AMMTC) di Manila, Filipina, Selasa (19/9/ 2017). Menurut Wakapolri Indonesia berkomitmen dalam penanganan rise of radicalisation dan violent extremism dengan mengedepankan metode soft power serta menetapkan agenda bersama mencegah, menanggulangi, memberantas kejahatan transnasional yang sifatnya borderless region. AKTUAL/Humas Polri
Wakapolri Komjen Polisi Syafruddin saat tiba di bandara akan menjadi delegasi pada forum ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime ke-11 (AMMTC) di Manila, Filipina, Selasa (19/9/ 2017). Menurut Wakapolri Indonesia berkomitmen dalam penanganan rise of radicalisation dan violent extremism dengan mengedepankan metode soft power serta menetapkan agenda bersama mencegah, menanggulangi, memberantas kejahatan transnasional yang sifatnya borderless region. AKTUAL/Humas Polri
Wakapolri Komjen Polisi Syafruddin menjawab pertanyaan wartawan saat menjadi delegasi pada forum ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime ke-11 (AMMTC) di Manila, Filipina, Selasa (19/9/ 2017). Menurut Wakapolri Indonesia berkomitmen dalam penanganan rise of radicalisation dan violent extremism dengan mengedepankan metode soft power serta menetapkan agenda bersama mencegah, menanggulangi, memberantas kejahatan transnasional yang sifatnya borderless region. AKTUAL/Humas Polri
Wakapolri komjen Polisi Syafruddin (ketiga kanan) foto bersama saat menjadi delegasi pada forum ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime ke-11 (AMMTC) di Manila, Filipina, Selasa (19/9/ 2017). Menurut Wakapolri Indonesia berkomitmen dalam penanganan rise of radicalisation dan violent extremism dengan mengedepankan metode soft power serta menetapkan agenda bersama mencegah, menanggulangi, memberantas kejahatan transnasional yang sifatnya borderless region. AKTUAL/Humas Polri