Jakarta, Aktual.com – Hingga masuk triwulan terakhir, realisasi program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga masih jauh dari target. Dari proyeksi 54 titik terbangun lembaga penyalur pada tahun 2017 ini, ternyata hingga awal Otober baru terlaksana sekitar 24 titik.
Lalu pada Senin (2/10) esok, direncanakan akan menambah 1 titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Mini Dusun Wailey, Desa Latu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial menjelaskan Peresmian SPBU Mini Amalatu esok merupakan bagian dari Program BBM Satu Harga yang telah dicanangkan oleh Presiden lJoko Widodo tahun 2016 lalu.
“Program BBM Satu Harga bertujuan agar harga BBM yang sama dapat dinikmati oleh rakyat di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan timur dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar),” ujar dia secara tertulus, Minggu (1/10).
Sebagai mana yang telah dikatakan, berdasarkan roadmap BBM Satu Harga, pada tahun 2017 ini ditargetkan terbentuk 54 lembaga penyalur. Dengan penambahan satu titik pada esok hari, yakni menjadi 25 titik, maka hingga akhir tahun realisasi program ini belum mencapai setegah dari target.
Tidak hanya berhenti di situ, proyeksi sesungguhnya titik lembaga penyaluran, direncanakan pada tahun 2018 berdiri sebanyak 50 titik baru, dan 2019 ditargetkan 46 titik baru. Sehingga jumlah keseluruhan lembaga penyalur pada 2019 diharapkan terbentuk sebanyak 150 titik.
Pewarta : Dadangsah Dapunta
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs
















