Karangasem, Aktual.com – Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), I Gede Suantika menjelaskan, hingga kini belum ada kandungan gas sulfur di perut Gunung Agung. “SO2 posisi sekarang kita sudah mengukur, tapi masih nol. Kandungan gas sulfurnya masih nol,” jelas Suantika di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Senin (9/10).
Menurutnya, proses pengambilan pengukuran menggunakan spektrometer di sepanjang utara dan arah utara selatan. Ia memaparkan proses pengambilan pengukuran tersebut.
“Jadi umpamanya rata-rata asapnya ini ke arah barat. Kita harus memotong di arah barat gunung. Jadi berarti dari arah selatan ke utara kita potong. Kita arahkan si spektrometer itu ke atas, vertikal. Kalau pas lewat asap gasnya, kita akan dapatkan presentasinya,” ucapnya.
Di sisi lain, di kawah Gunung Agung kini sudah tercium bau belerang yang sangat menyengat. Bau belerang itu sudah tercium dalam radius 700 meter.
Pewarta : Bobby Andalan
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















