Berdasarkan data yang diterbitkan BI pagi ini, kurs rupiah berada di angka Rp13.329 per dolar AS, terdepresiasi tipis 0,2% atau 3 poin dari posisi 13.326 kemarin. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,03% atau 4 poin ke Rp13.327 per dolar AS di pasar spot, setelah dibuka dengan penguatan hanya 0,01% atau 1 poin di Rp13.330.‎ AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) masih akan mengalami pelemahan. Karena minimnya sentimen positif membuat masih akan lanjutkan pelemahan.

Mengutip Bloomberg hari ini, rupiah dibuka di angka Rp13.572 atau terapresiasi 8 poin dari penutupan kemarin di level Rp13.580. Namun begitu trej rupiah masih dalam zona merah.

Reza Priyambada, analis pasar uang Binaartha Sekuritas menyebutkan, meski laju rupiah menguat, tapi berpotensi cenderung tertahan. Dan sentimen penguatan rupiah lebih kepada pelemahan USD.

“USD memang sedang melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya seiring penantian pasar terhadap pertemuan The Fed dan sejumlah sentimen di AS, terutama dengan adanya kisruh politik di pemerintahan Trump,” kata dia di Jakarta, Kamis (2/11).

Diharapkan, kata dia, adanya rilis inflasi yang dinilai cukup rendah mestinya menjadi dampak positif bagi pelaku pasar. Sehingga penguatan pagi ini bisa bertahan terus menerus.

“Makanya kamo berharap, dengan masih adanya sentimen positif dari dalam negeri dapat menciptakan rupiah terus menguat,” ungkap Reza.

Namun demikian, kuatnya pengaruh global terutama dari pergerakan USD membuat Rupiah rentan terjadinya pelemahan lanjutan. Apalagi tren rupiah sendiri masih dalam pelemahan.

“Tetap waspadai berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan Rupiah itu,” dia menegaskan.

Diperkirakan supporr rupiah akan bergerak dengan 13.601 dan resisten rupiah di tingkat 13.550.

(Reporter: Busthomi)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka