Jakarta, Aktual.com – Ekonom senior dari CORE Indonesia, Hendri Saparini mengaku jika dirinya tak terlalu bangga dengan perbaikan kemudahan berbisnis atau berusaha (ease of doing business) yang kini berada di peringkat ke-72, atau membaik 19 peringkat.
Namun justru menurut Hendri, yang terpenting bukan soal perbaikan peringkat kemudahan berusaha itu, melainkan laju pertumbuhan ekonomi yang harus lebih tinggi lagi. Sebab banyak negara yang peringkatnya lebih buruk dari Indonesia, tapi laju pertumbuhan ekonominya lebih baik.
“Karena ranking itu (kemudahan berusaha) bukan segala-galanya. Dan yang penting itu pertumbuhan ekonomi. Banyak negara lain ranking ease of doing business-nya di bawah kita, seperti Thailand dan Filipina itu competitivness index-nya di bawah kita, tapi malah tumbuh di atas 6 persen,” kritik Hendri di Jakarta, ditulis Sabtu (4/11).
Bahkan negara seperti India yang juga posisi kemudahan bisnisnya di bawah Tanah Air itu, ternyata pertumbuhan ekonominya pun sampai 7 persen.
“Artinya, kita ingatkan ke pemerintah, bahwa ranking naik itu positif tapi tidak cukup penting. Karena orang berinvestasi itu di negara lain seperti Thailand, Filipina, Vietnam, bahkan Myanmar, itu rendah rankingnya, artinya ada faktor lain,” katanya.
Untuk itu, kata dia, dengan adanya banyak investasi di sana, bukan semata-mata rankingnya bagus, tapi karena ada faktor lain. Misalnya masalah pajak dan sebagainya.
“Jadi yang perlu diperhatikan itu masalah perpajakannya, konsistensi birokrasinya, lalu juga bagaimana soal lain seperti pertanahan itu. Termasuk kita baru bicara listrik itu sudah ada di paket kebijakan ketiga, tapi tiba-tiba listrik sekarang malah dinaikkan,” ungkap dia.
Karena hal-hal itu, kata Hendri, akhirnya yang menentukan seorang investor mau berinvestasi atau tidak.
“Kalau ditanya apakah Indonesia menjadi tujuan utama investasi? Ya iya. Karena kita dengan 260 juta penduduk. Kelas menengah yang demikian besar, itu menjadi daya tarik. Tapi jika yang utama tak diperbaiki maka inbestor juga akan kabur,” papar dia.
Pewarta : Busthomi
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















