Ketua Umum Kadin, Roslan P Roslani
Jakarta Aktual.com – Laju investasi di Indonesia hingga kuartal III-2017 ini tak bertumbuh signifikan. Bahkan di tengah laju pertumbuhan ekonomi yang mencapai angka lima persen, tak juga membuatĀ  porsi investasi masih belum besar kontribusinya.

Hal ini diakui kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Dari pengamatan Kadin, penyebab utama lemahnya laju investasi karena dari pemerintah sendiri yang kerap tak konsisten dalam menerapkan kebijakan.

“JelasĀ  sekali, peraturan atau regulasi yang sering berubah-ubah itu dikeluhkan para investor karena dianggap mengganggu usaha dari para investor ini,” kata Ketua Kadin Roslan P Roeslani, di Jakarta, Rabu (8/11).

Dia menegaskan, hambatan tersebut tentu harus diantisipasi. Jika kondisi tak konsisten itu terus berubah, maka sangat mengkhawatirkan dunia usaha.

Dia memberi contoh peraturan baru mengenai upah minimum provinsi (UMP) disebutkan Roslan telah direspon positif para investor karena memberikan kepastian di sektor pendapatan pekerja.

Bahkan, kata dia, jika masih banyak demo buruh, selama kebijakan pemerintah konsisten, maka demo itu tak mengganggu investor.

“Demo doang sih enggak (sampai menghambat investasi), kebijakan pemerintah yang tidak konsisten itu yang mengganggu,” cetus Roslan.

Dia sendiri menyambut baik soal kebijakan UMP yang ada di paket kebijakan ekonomi, salah satunya ketentuan kenaikan UMP yang ada formasi GDP ditambah inflasi. Kebijakan itu akan memberikan kepastian.

“Jadi kenaikan UMP di seluruh provinsi merupakan terobosan yang bagus. Yang penting kebijakannya itu konsiaten,” ingat Roslan.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs