Jakarta, Aktual.com – Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said mengungkapkan bahwa Indonesia mengalami ketergantungan ganda pada konsumsi BBM hingga Indonesia berada pada posisi rentan secara ketahanan energi nasional.
Dia menceritakan saat ini konsumsi BBM nasional sekitar 1,6 juta Barel Oil Per Day (BOPD) sedangka kemampuan produksi kilang nasional sekitar 800.000 BOPD, sehingga harus impor BBM untuk mencukupi kebutuhan konsumsi nasional.
“Dari kebutuhan sekitar 1,6 juta BOPD, kita hanya produksi sekitar 800.000 dan itu tidak akan naik signifikan karena ekspolorasinya pun stagnan dan produksi tidak mungkin dipompa habis-habisan,” kata Sudirman di Jakarta, ditulis Sabtu (11/11).
Begitupun kemampuan pengolahan atau kapasitas kilang nasional sangat terbatas dan masih dalam perencanaan pengembangan.
Karena itu tegas Sudirman; kebijakan mempertahankan ketergantungan pada bahan bakar fosil dan tidak mendorong EBT merupakan pengingkaran kedaulatan energi.
“Jadi, satu sisi kita ketergantungan pada fosil, di sisi lain fosilnya masi impor. Itu mengalami ketergantungan ganda. Dari sisi kedaulatan, kita dalam rangka mengingkari, kita tahu kapasitas kilang Singapura lima kali lipat dari kebutuhan, untuk siap? kita. Impor dari Singapura,” pungkas dia.
Pewarta : Dadang
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs














