Petugas menghitung mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di salah Bank di Jakarta, Rabu (5/4/2017). Berdasarkan data yang diterbitkan BI pagi ini, kurs rupiah berada di angka Rp13.329 per dolar AS, terdepresiasi tipis 0,2% atau 3 poin dari posisi 13.326 kemarin. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,03% atau 4 poin ke Rp13.327 per dolar AS di pasar spot, setelah dibuka dengan penguatan hanya 0,01% atau 1 poin di Rp13.330.‎ AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini tetap berpotensi melemah, meski di sesi pembukaan menguat.

Mengutip Bloomberg hari ini, rupiah dibuka di posisi 13.548 atau terapresiasi tipis 3 poin dari penutupan kemarin di level 13.551.

Menurut analis pasar uang PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, penguatan kali ini karena pelaku pasar memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk masuk, meskipun juga dibarengi dengan masih terapresiasinya USD seiring meningkatnya imbal hasil obligasi AS itu.

Kondisi di pasar global sendiri, saat ini terjadi pelemahan poundsterling, karena masih adanya perbedaan pendapat di parlemen Ingrgis terkait Brexit. Hal ini dimanfaatkan USD untuk menguat.

“Dan ternyata, penguatan itu terimbangi dengan adanya sentimen-sentimen di dalam negeri yang dianggap positif, sehingga membuat Rupiah menguat juga,” kata Reza di Jakarta, Rabu (15/11).

Dia menegaskan, sentimen positif dari dalam negeri itu karena janji pemerintah yang tak akan menaikkan tarif listrik pelanggan rumah tangga non subsidi.

“Janji pemerintah hanya akan melakukan penyederhanaan golongan pelanggan listrik nonsubsidi, tapi tarifnya tak naik. Tapi jika nanti ternyata tarifnya naik tentu akan menjadi sentimen sangat negatif bagi pasar, karena dampak negatifnya ke inflasi. Rupiah bisa langsung anjlok,” ingat dia.

Dia menegaskan, mulai adanya potensi penguatan diharapkan dapat membuat laju Rupiah kembali mampu menguat. Namun demikian tetap waspadai terhadap berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan Rupiah itu.

“Untuk itu kami memperkirakan support rupiah akan bergerak di kisaran 13.558 dan resisten rupiah di rentang 13.518,” ucap dia.

Busthomi

Artikel ini ditulis oleh: