Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada hari ini masih akan alami pelemahan seiring sentimen dari dalam negeri yang negatif.
Mengutip Bloomberg hari ini rupiah dibuka di posisi 13.534 atau melemah tipis dari penutupan kemarin di level 13.529. Namun trennya terus anjlok sampai 45 menit pertama saja melemah hingga ke posisi 13.548.
Reza Priyambada, analis pasar uang PT Binaartha Sekuritas menegaskan, meskipun laju USD cenderung kembali melemah setelah terimbangi dengan berbalik naiknya EUR, ternyata rupiah malah terus anjlok.
Hal itu terjadi karena adanya sentimen dari dalam negeri terkait survei Pemantauan Harga Bank Indonesia (BI) pada pekan kedua November 2017 yang menyebutkan bahwa inflasi bulanan sebesar 0,18 persen, atau menunjukkan sedikit peningkatan dibanding pekan pertama yang sebesar 0,14 persen.
“Kondisi itu secara tidak langsung berimbas pada melemahnya laju Rupiah yang melemah. Baik di sesi penutupan kemarin sampai di sesi pagi ini,” kata dia di Jakarta, Selasa (21/11).
BI menyataan, inflasi tahunan pada tahun 2017 akan berada di perkiraan bawah sasaran inflasi 3 sampai dengan 5 persen, sehingga pelaku pasar mengasumsikan pertumbuhan masih di bawah harapan.
“Pergerakan Rupiah yang hanya melemah tipis itu diharapkan dapat kembali menemukan momentum rebound-nya. Tapi akan berat seiring minimnya sentimen negative dari dalam negeri,” kata dia.
Ditambah lagi dengan laju USD yang masih cenderung melemah dimana seharusnya dapat memberikan sentimen positif pada Rupiah. “Namun demikian, tetap cermati berbagai sentimen yang ada dimana dapat berimbas pada melemahnya kembali Rupiah,” kata Reza.
Dia memperkirakan, suport Rupiah akan bergerak dengan kisaran 13.540. Sedang resisten rupiah di rentang angka 13.509.
(Reporter: Busthomi)
Artikel ini ditulis oleh:
Eka
















