Jakarta, Aktual.co — Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro membenarkan bahwa rencana pembubaran anak usaha Pertamina yakni Pertamina Energy Trading Limited (Petral) sudah disampaikan sejak Dahlan Iskan menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2011.
Akan tetapi, kata dia, rencana itu menemui jalan buntu dan molor, hingga akhirnya baru terealisasi pada pekan lalu tepatnya pada 13 Mei 2015.
“Saat itu tujuannya untuk memperbaiki tata kelola yang benar. Rencana untuk membubarkan Petral sudah didorong sejak era Pak Dahlan,” kata Wianda kepada Wartawan di Jakarta, Selasa (19/5).
Ia menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah melikuidasi Petral dan masih melakukan persiapan terkait audit investigasi yang akan mengevaluasi aset serta kewajiban yang dimiliki Petral. Pasalnya dengan adanya likuidasi otomatis aset serta kewajiban perusahaan akan dilimpahkan ke induk usahanya yaitu Pertamina. Untuk itu, manajemen Pertamina pun telah menugaskan tim audit internal dengan dibantu oleh dua auditor independen untuk melakukan due diligence.
“Nantinya aset dan kewajiban Petral akan dilimpahkan ke Pertamina. Kami harapkan (proses likuidasi) akan rampung dalam waktu dekat dan tidak melewati timeline April 2016,” tutup Wianda.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka
















