Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi tidak secepat perkiraan semula. Hal ini seiring pemulihan ekonomi global yang berjalan masih tidak seimbang dan perkiraan pertumbuhan ekonomi AS dan Tiongkok yang lebih rendah dari perkiraan semula.
Gubernur BI, Agus Martowrdojo mengatakan perkiraan ekonomi AS tersebut didorong oleh melambatnya kegiatan produksi, terutama akibat menurunnya permintaan eksternal sejalan dengan penguatan dolar AS terhadap mata uang dunia. Perkembangan ini, kata dia, telah mendorong berlanjutnya ketidakppastian waktu dan besarnya kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) di AS dan tekanan pembalikan modal portfolio dari emerging markets.
“Perlambatan ekonomi juga dialami Tiongkok yang ditandai oleh terus melemahnya sektor perumahan dan sektor produksi manufaktur, walaupun berbagai kebijakan pelonggaran telah dilakukan untuk menahan perlambatan ekonomi. Sebaliknya, perekonomian Eropa diperkirakan terus membaik ditopang pelonggaran kondisi moneter dan keuangan serta dampak penurunan harga minyak,” ujar Agus di kantor BI Jakarta, Selasa (19/5).
Lebih lanjut dikatakan Agus, perekonomian dunia yang melambat berdampak pada harga komoditas internasional yang masih terus menurun, meskipun harga minyak dunia mulai kembali mengalami kenaikan. Di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2015 melambat, namun diperkirakan akan membaik pada triwulan-triwulan mendatang.
“Belum terealisirnya belanja pada beberapa kementerian dan lembaga yang baru serta masih terbatasnya belanja modal terkait dengan implementasi proyek-proyek infrastruktur pemerintah mengakibatkan lemahnya kinerja konsumsi pemerintah dan investasi bangunan,” pungkasnya.
Agus juga mengatakan secara spasial, perlambatan ekonomi pada triwulan I 2015 terjadi hampir merata di seluruh wilayah Indonesia, baik di wilayah Jawa dan Jakarta, yang mengandalkan sektor manufaktur, maupun wilayah Sumatera dan Kalimantan, daerah penghasil komoditas sumber daya alam.
“BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan membaik terutama pada semester II-2015, didukung oleh meningkatnya konsumsi dan investasi sejalan dengan meningkatnya realisasi pengeluaran fiskal oleh pemerintah serta meningkatnya penyaluran kredit oleh perbankan,” pungkasnya.
Untuk diektahui, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2015 tercatat sebesar 4,7 persen, melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5 persen.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















