Jakarta, Aktual.com – Laju rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini kembali anjlok. Hal ini karena posisi USD mulai terapresiasi.
Mengutip Bloomberg hari ini, rupiah masih terkoreksi cukup dalam di sesi pembukaan yakni di angka 13.524. Atau melemah 24 poin dari penutupan kemarin di amgka 13.500.
Reza Priyambada dari analis pasar uang Binaartha Sekuritas menyebut, pelemahan rupiah ini terjadi karena USD sendiri mulai menguat terkait sentimen suku bunga obligasi.
“Makanya hari ini pelaku pasar harus mewaspadai potensi terapresiasinya USD dan ternyata sudah terjadi. Ini karena mulai menguatnya imbal hasil obligasi AS dan penguatan sejumlah indikator ekonomi AS,” tandas Reza di Jakarta, Kamis (30/11).
Ditambah lagi sentimen positif rupiah hanya sesaat. Buktinya, pernyataan optimis pemerintah kemarin hanya membantu rupiah menguat tipis di sesi penutupan.
Tapi pagi ini langsung direspon negatif. Ternyata optimisme dari Menko Perekonomian, Darmin Nasution, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi terus membaik hingga beberapa tahun ke depan, sudha tak lagi direspon positif pasar pada pagi ini.
“Sementara pernyataan MenKeu, Sri Mulyani, bahwa Pemerintah dituntut kreatif dalam mendanai sejumlah proyek infrastruktur, yang semula direspon positif oleh rupiah, tapi pagi tidak dianggap lagi,” kata dia.
Makanya, dia menegaskan penguatan Rupiah kemarin dianggap tak cukup solid, karena pengujian ketahanannya agar tetap berada di zona hijau tak terbukti.
“Diharapkan sentimen yang ada dapat lebih positif lagi di hari ini atau jelang long weekend ini. Sehingga mampu mempertahankan pergerakan Rupiah di zona hijaunya,” kata dia.
Dengan kondisi demikian, Reza memperkirakan proyeksi support Rupiah akan bergerak dengan kisaran 13.522 dan resisten rupiah di angka 13.493.
(Reporter: Busthomi)
Artikel ini ditulis oleh:
Eka
















