Surat Setya Novanto, tidak ada pergantian di partai Golkar. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Pengamat politik asal Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubaidillah Badrun menyebut, masalah pergantian Ketua Umum Partai Golkar bukanlah sebuah kebetulan yang terjadi begitu saja.

Pria yang akrab disapa Ubed ini mengatakan, gejolak kepemimpinan di dalam Partai Golkar dalam tiga tahun terakhir mengindikasikan ada kekuatan yang memiliki kepentingan dan berperan besar terhadap kondisi partai kuning saat ini.

“Sementara partai bermasalah kan menunjukan tanda tanya, siapa yang ngerjain Golkar?” kata Ubed usai diskusi ‘Munaslub: Masa Depan Golkar, Harapan dan Tantangan’ di Jakarta, Jum’at (1/12).

Sebelumnya, partai berlambang pohon beringin ini pernah mengalami dualisme kepemimpinan, yaitu kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono dalam kurun 2015-2016.

Dualisme ini berakhir dengan terpilihnya Setya Novanto sebagai ketua umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) partai tersebut pada 2016 lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Teuku Wildan