Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) kemungkinan masih tak akan berbeda dari sebelumnya, yakni masih berada di zona merah. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini masih berpotensi melanjutkan pelemahan. Hal ini seiring belum adanya sentiment positif domestik, sementara dari luar negeri sentiment pengesahan UU Perpajakan AS membuat USD semakin kuat.

Mengutip Bloomberg hari ini Kamis (21/12), rupiah dibuka di level Rp13.547/USD atau mengalami penguatan 32 poin dari penutupan kemarin di posisi Rp13.579/USD. Pada sesi penutupan Rabu sore juga bergerak melemah tipis sebesar tiga poin menjadi Rp13.579/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.576/USD.

Menurut Analis PT Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, laju rupiah meski dibuka di teritori positif itu ternyata masih berpeluang untuk melanjutkan pelemahannya.

“Rupiah meski dibuka menguat masih bergerak mendatar dengan kecenderung melemah, pelaku pasar uang di dalam negeri saat ini sedang terfokus pada perkembangan kebijakan reformasi pajak di Amerika Serikat,” ungkap dia di Jakartaujar Analis PT Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra di Jakarta, Kamis (21/12).

Ia mengemukakan, jika program reformasi pajak AS itu disahkan sesuai prediksi pasar maka ruang bagi dolar AS untuk melanjutkan penguatan cukup terbuka terhadap mata uang dunia, termasuk rupiah.

“Sehingga pasar optimis program itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi di AS. Termasuk juga bis merangsang dana repatriasi dari perusahaan multinasional kembali ke AS,” jelas dia.

Senat AS sendiri beberapa waktu lalu telah meloloskan RUU Pajak yang kemudian diserahkan ke parlemennya AS untuk proses pemungutan suara kembali. Terdapat beberapa perubahan, jika sudah disetujui maka RUU Pajak itu akan dikirim ke Presiden AS Donald Trump.

“Prosesnya diperkirakan masih dua hari ke depan untuk disahkan menjadi Undang-Undang, kemungkinan sebelum liburan Natal,” jelas dia.

Meski begitu, fundamental ekonomi nasional yang cukup kondusif, disebut dia, masih bisa dapat menjaga pergerakan rupiah sesuai dengan fundamentalnya. “Sehingga rupiah diperkirakan bergerak terbatas dari level saat ini,” kata dia.

Busthomi