Berdasarkan data yang diterbitkan BI pagi ini, kurs rupiah berada di angka Rp13.329 per dolar AS, terdepresiasi tipis 0,2% atau 3 poin dari posisi 13.326 kemarin. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,03% atau 4 poin ke Rp13.327 per dolar AS di pasar spot, setelah dibuka dengan penguatan hanya 0,01% atau 1 poin di Rp13.330.‎ AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini memang masih berpotensi untuk terapresiasi. Hal ini terjadi karena suasana pasar masih sepi, sehingga belum ada sentimen berarti yang bisa memengaruhi laju rupiah.

Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di posisi 13.495/USD atau menguat sebesar 19 poin dari penutupan kemarin di level 13.514/USD. Namun demikian, sejak pembukaan hingga satu jam pertama, laju rupiah malah terus melemah.

Di 15 menit pertama memang menyentuh 13.488/USD, tapi kemudian ke 13.500/USD di pukul 08.30 WIB. Dan di 08.45 terus melemah ke 13.503/USD dan di 13.502 di satu jam dari pembukaan.

Menurut ekonom dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Reny Eka Putri, adasnya musim libur telah membuat pasar sepi, telah membuat rupiah berpotensi terapresiasi sejak awal tahun ini. Ditambah lagi inflasi di Desember 2017 mencapai 0,17 persen.

“Sejauh ini sentiment dari global belum terlalu berada. Karena pelaku pasar masih akan terus memperhatikan data manufaktur di AS sana. Kalau dari dalam negeri masih terkait inflasi. Karena di sepanjang 2017, laju inflasi sekitar 3,3 persen hingga 3,5 persen,” tandas di di Jakarta, Rabu (3/1).

Dengan sepinya perdagangan serta data inflasi domestik yang terkendali, Reny memperkirakan rupiah hari ini berpotensi terapresiasi, meski dia meminta agar pelaku pasar tetap terus mewaspadai sentiment yang bisa membuat laju rupiah tertekan.

Dengan kondisi tersebut, kata dia, pihaknya memperkirakan laju support rupiah akan berada di angka 13.575/USD dan resisten rupih di posisi 13.550/USD.

(Reporter: Busthomi)

Artikel ini ditulis oleh:

Antara
Eka