Berdasarkan data yang diterbitkan BI pagi ini, kurs rupiah berada di angka Rp13.329 per dolar AS, terdepresiasi tipis 0,2% atau 3 poin dari posisi 13.326 kemarin. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,03% atau 4 poin ke Rp13.327 per dolar AS di pasar spot, setelah dibuka dengan penguatan hanya 0,01% atau 1 poin di Rp13.330.‎ AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Tidak seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dalam tren melemah, laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih cenderung kuat di awal tahun ini.

Pada perdagangan hari ini di pasar spot, mengutip Bloomberg, di sesi pagi rupiah ditutup menguat 20 poin di level 13.494/USD dari penutupan kemarin di posisi 13.514/USD.

Sementara di sesi penutupan hari ini, rupiah juga masih terapresiasi di posisi 13.475/USD. Angka tersebut sama saja mengalami penguatam 39 poin atau 0,29 persen dari sesi penutupan kemarin.

Meski mengalami apresiasi, menurut analis pasar uang Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, bukan karena tertolong sentimen dalam negeri yang positif.

“Ini trennya bukan menguat. Apalagi pasar juga masih sepi. Jadi apapun yang terjadi di dalam negeri belum menjadi sentimen positif bagi pasar uang,” ungkap Reza di Jakarta, Rabu (3/1).

Sentimen yang dimaksud Reza adalah adanya laju inflasi Desember yang sebesar 0,71 persen. Angka tersebut memang cukup tinggi, namun tak direspon oleh pelaku pasar.

“Karena dari rilis data-data ekonomi tersebut, seperti inflasi, semua sudah ter rilis, maka tidak ada lagi bahan ekpektasi. Sehingga market cenderung minim sentimen dan cenderung melemah trennya,” papar dia.

Rentang pergerakan rupiah sendiri pada hari ini berada di kisaran 13.471/USD hingga 13.508/USD. “Tetap antisipasi segala kemungkinan yang bisa menghambat laju rupiah,” ungkap Reza.

(Busthomi)

Artikel ini ditulis oleh: