Jakarta, Aktual.com – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen menyebut, di sektor pasar surat utang sepanjang tahun 2017 ternyata terlihat ada kenaikan di Indonesia Composite Bond Index (ICBI) sebesar 34,53 basis poin (bps) selama periode 2017 itu dari 208,45 pada Desember 2016 ke 242,98 di Des 2017.
Hal itu karena adanya kenaikan rating surat utang atau investment grade dari beberapa lembaga peringkat dunia. Seperti Standar and Poors (S&P) dan Fitch rating.
“Jadi iklim investasi di Indonesia terutama pasar obligasi makin kondusif ya selama 2017 itu. Apalagi pasca S&P menaikkan peringkat investasi Indonesia menjadi BBB- (investment grade) pada bulan Mei 2017 dan Fitch Rating belum lama ini di Desember 2017 menjadi BBB dengan outlook stabil,” kata dia di Jakarta, Jumat (12/1).
Kinerja pasar surat utang yang meningkat di 2017 juga tercermin dari kenaikan rata-rata harian nilai transaksi surat utang sebesar 5,89% dari Rp 15,77 triliun (di 2016) menjadi Rp16,70 triliun (di 2017). Sehingga, likuiditas transaksi yang meningkat ini turut menopang peningkatan aktivitas transaksi repo di pasar modal.
Tercatat total transaksi repo selama 2017 naik sebesar Rp42,04 triliun dari Rp263,17 triliun (2016) menjadi Rp305,21 triliun (2017). Rata-rata harian nilai transaksi repo juga mengalami kenaikan dari Rp1,10 triliun menjadi Rp1,28 triliun.
“Tentunya pertumbuhan industri pasar modal ini tidak bisa dilepaskan dari peran kita semua,” tegas dia.
Dia juga mengungkapkan, turunnya persepsi risiko atas investasi di pasar obligasi juga mendorong arus modal nonresiden yang masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN). Hasilnya SBN mengalami peningkatan dari Rp107,3 triliun (2016) menjadi Rp170,3 triliun (2017) serta adanya penurunan yield.
Sementara itu, kata dia, rata-rata yield obligasi pemerintah telah turun sebesar 140,97 bps (atau 1,41%) dari 8,10% (2016) menjadi 6,69% (2017). Begitu pula, rata-rata yield obligasi korporasi rating A juga turun 165,15 bps atau 1,65% dari 10,72% (2016) menjadi 9,07% (2017).
Pewarta : Busthomi
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















