Jakarta, Aktual.com-Polri menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) 2018 bertajuk ‘Polri yang Promoter Siap Mengamankan Pilkada Serentak 2018 dan Tahapan Pemilu 2019 serta Mendukung Rencana Kerja Pemerintah Guna Memacu Inveatasi dan Infrastruktur untuk Pertumbuhan dan Pemerataan’.
Kaporli Jendral Tito Karnavian mengatakan, rapim akan membahas kegiatan-kegiatan selama satu tahun penuh, seperti kegiatan pilkada serentak, tahapan persiapan pilpres, Asian Games hingga hajatan internasional yakni IMF Word Bank.
“Untuk pilkada, memang yang dibahas tantangan tahun 2018, kita tahu bahwa 2018 ada event besar pilkada, itu yang paling penting. Kedua ada tahapan Pilpres sudah mulai dimulai tanggal 4-10 Agustus pendaftaran paslon,” ujar Kapolri dalam sambutannya pada Rapim Polri 2018, di Gedung PTIK, Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/1).
Selain itu, dalam pembahasan rapim, kegiatan tahunan seperti mudik menjelang H9ari Raya Idul Fitri pengaman Natal dan Tahun Baru turut dibahas dalam forum tersebut.
“Kita juga ada operasi ketupat sebelum pilkada di bulan juni, hari raya, arus mudik, arus balik. Setelah itu ada pengamanan Natal dan Tahun Baru operasi lilin,” kata Tito.
Menurut Kapolri, untuk hajatan pilkada serentak, simpul potensi kerawanan dianggap tidak terlalu tinggi seperti yang sebelumnya diprediksi oleh beberapa pihak.
“Khusus masalah pilkada, simpul utama kita bahwa potensi kerawanan pilkada ini sebetulnya tidak terlalu tinggi. Kenapa? Karena kita sudah mengalami pilkada. Bahwa pilkada di 171 tempat akan berlangsung aman.
Kenapa? Karena tidak banyak partai oposisi dan pendukung pemerintah berbeda, banyak mengusung calon yang sama. Jadi terjadi crossing,” tutupnya.
Dalam acara tersebut dihadiri para mantan Kapolri Jendral Awaludin Djamin, Jenderal Usman Hadi, Jenderal Chaerudin Ismail, Jenderal Da’i Bachtiar, Jenderal Sutanto, Jenderal Bambang Hendarso Danuri.
Turut hadir juga Ketua Imum Ombudsman Amzulian Rifai, Wakil ketua Komnas Ham Sandrayati Moniaga, Wakil kepala BIN, Letjen (purn) Teddy Lhaksmana, Deputi Penindakan KPK, Brigjen Heru Winarko, Sistama BNN Irjen Pol Mamadoa mewakili BNN. Serta para Kepala Biro Operasional Polda, Karo Rena Polda, Ditintelkam Polda, kasat Brimob Polda dari seluruh Indonesia.
Pewarta : Fadlan Syiam Butho
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs
















