Jakarta, Aktual.com-Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, informasi yang beredar di media sosial soal mogok massal pengemudi taksi online secara besar-besaran pada Senin (29/1) tidak benar atau hoaks.

“Masyarakat tidak perlu panik dan khawatir. Informasi tersebut tidak benar,” imbuh  Budi melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (27/1).

Pihaknya kata Budi telah bertemu perwakilan pengemudi angkutan online dari sejumlah daerah, dan mereka menyampaikan akan tetap beroperasi seperti biasa.

Selain itu, lanjut Budi, pengemudi taksi online juga mendukung penerapan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017.

“Mereka sebagai pengemudi angkutan online ingin segera dilegalkan,” jelas Budi.

Sejumlah poin kata Budi yang mengatur angkutan online pada revisi PM 108/2017. Beberapa aturan tersebut merupakan usulan asosiasi pengemudi online.

“Soal tarif, kuota, dan CC kendaraan merupakan usulan pengemudi angkutan online. Itu sudah kami akomodir dalam peraturan menteri perhubungan ini,” kata Budi.

Sebelumnya beredar informasi yang tersebar di media sosial, yang menyebut puluhan ribu pengemudi taksi online berencana menggelar aksi mogok massal Senin lusa. Mereka akan berdemo di depan Istana Negara dan melakukan konvoi di Jakarta.

Sementara diberitakan sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, sekitar 500 pengemudi taksi online yang akan melakukan aksi damai. Rencananya, aksi damai diselenggarakan sekira pukul 09.00-15.00 WIB.

 

 

Foto : Senayanpost.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs