Jakarta, Aktual.com-Meski ada serangan mematikan di Afganistan yang menyebabkan tewasnya sejumlah orang Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap akan berkunjung ke Afghanistan pada 29 Januari 2018.

“Masih tetap sesuai rencana. Tim pendahulu sudah berada di Kabul,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin kepada Media, Sabtu (27/1).

Afghanistan sendiri merupakan satu dari lima negara yang bakal di kunjungi Jokowi dalam kurun waktu tujuh hari. Diawali dengan kunjungan ke Sri Lanka, lalu ke India, Pakistan, Bangladesh, dan terakhir ke Afghanistan. Hari ini, Sabtu (27/1), Jokowi dijadwalkan sudah di Pakistan.

“Presiden berharap kunjungannya ini akan memberikan manfaat nyata bagi rakyat, bangsa, dan negara Indonesia serta negara-negara yang dikunjungi. Presiden beserta rombongan akan kembali ke Tanah Air pada Selasa, 30 Januari 2018,” jelas Bey.

Serangan bom yang disembunyikan di ambulans di Kabul, Afghanistan, menewaskan sedikitnya 17 orang dan 110 orang lainnya luka-luka dalam ledakan bom tersebut.

“Pengebom bunuh diri menggunakan sebuah ambulans untuk melewati pos-pos pemeriksaan. Dia melewati pos pemeriksaan pertama dengan mengatakan bahwa dirinya membawa seorang pasien ke rumah sakit Jamuriate dan di pos pemeriksaan kedua, dia dikenali dan meledakkan mobilnya yang penuh bahan peledak,” kata wakil juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Nasrat Rahimi, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/1).

Kelompok militan Taliban mengklaim serangan bom tersebut. Serangan ini terjadi hanya sepekan setelah serangan mematikan di Intercontinental Hotel di Kabul, yang menewaskan lebih dari 20 orang. Taliban juga mengklaim serangan di hotel mewah tersebut.

Sementara juru bicara Kementerian Kesehatan Publik, menyebut sejauh ini 17 orang tewas dan 110 korban luka-luka telah dibawa ke sejumlah rumah sakit di Kabul. Dikatakannya, para korban luka kini masih terus berdatangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs