Jakarta, Aktual.com – Laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini kembali menunjukkan tren pelemahannya. Hal ini menunjukkan USD begitu kuat atau storng dollar.
Mengutip Bloomberg hari ini, rupiah dibuka di posisi 13.315/USD atau melemah 9 poin dari penutupan akhir pekan lalu di 13.306/USD. Bahkan rupiah kian melemah sempat menyentuh level terendah di angka 13.331 di satu jam pertama.
Menurut analis pasar uang Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, pergerakan laju Rupiah yang kembali terdepresiasi seiring laju USD yang berbalik menguat setelah merespon pernyataan Presiden Trump yang menginginkan strong dollar.
Ternyata, pernyataan ini dinilai kontradiksi dari Trasury Secretary, Steven Munchin, yang mengatakan masih adanya potensi pelemahan USD.
“Dengan adanya komentar Trump tersebut, pelaku pasar melakukan aksi jual pada EUR dengan memanfaatkan kenaikan sebelumnya untuk beralih ke USD. Di sisi lain, pergerakan Rupiah pun ikut terkena imbasnya,” kata dia di Jakarta, Senin (29/1).
Pergerakan Rupiah yang kembali terdepresiasi ini memang masih diharapkan tidak menjadi awal pembalikan arah melemah seiring masih bertahannya Rupiah di atas target support 13.315 di akhir pekan itu.
Namun dengan saat ini yang sudah melewati target support-nya, rupiah akan kembali melemah tipis seiring meningkatnya permintaan akan USD itu.
“Apalagi, berbagai sentimen positif yang terdapat di pasar diharapkan masih bertahan, sehingga memberikan imbas positif bagi pergerakan Rupiah,” kata dia.
Dirinya memperkirakan support rupiah bergerak di kisaran 13.316. Namun angka tersebut sudah jauh dilewatinya. Dan untuk level resisten rupiah diperkirakan akan berada di kisara 13.278.
Reporter: Busthomi
Artikel ini ditulis oleh:
Eka
















