Jakarta, Aktual.com – PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) yang merupakan emiten pengembang jalan tol membutuhkan banyak dana untuk membangun banyak ruas jalan tol di beberapa daerah.

Untuk itu, perseroan mencari pendanaan di pasar modal baik melalui penerbitan surat utang (bond) atau melalui skema sekuritisasi.

Pihaknya pun berencana menerbitkan skema sekuritisasi setelah melihat emiten pengelola jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan hal yang sama. Belum lama ini, JSMR memang sukses menerbitkan produk investasi dalam Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Efek Beragun Aset (EBA) dengan mensekuritisasi aset ruas tol Jagorawi.

“Saat ini kita sedang mengkaji untuk sekuritisasi seperti Jasa Marga kemarin. Apalagi mereka sampai oversubscribe, respon pasar bagus ya,” ungkap Direktur Utama CMNP, Shadik Wahono saat acara di kantornya, Jakarta, Rabu (31/1).

Pihaknya masih mengkaji dari sisi harga (pricing) dan rating untuk aset yang akan dijadikan sekuritisasi itu. Perseroan sendiri menargetkan untuk skema pecarian dana ini bisa diluncurkan pada kuartal I atau Kuartal II-2018 ini.

“Mudah-mudahan rating kita akan keluar di akhir Februari nanti. Dan jika ratingnya bagus, maka akan kita lakukan (sekuritisasi aset),” jelas dia.

Bahkan dia sendiri optimis kalau dari sisi pricing akan lebih bagus dari yang ditawarkan oleh pihak JSMR.

“Itu pricing-nya mereka (JSMR) seperti itu. Tapi kita akan beri pricing yang lebih mahal. Dan kalau yang bagus itu 8,5 persen. Karena tol kita lebih bagus dari Jagorawi. Jadi kita masih harapkan harga yang lebih fair ya,” kata dia.

Tol yang dia maksud lebih bagus dari ruas tol Jagorawi adalah tol dalam kota Jakarta atau tol Wiyoto Wiyono sepanjang 32,96 km.

Sejauh ini, perseroan membutuhkan dana tanuh ini dan tahun-tahun depan mencapai sekitar Rp10 triliun yang terbagi dalam tiga tier. Tier I sebesar Rp2,1 triliun yang saat ini sudah mulai digunakan untuk membiayai proyek-proyek tol seperti ruas Waru-Juanda, Soreang-Pasir Koja, BORR I, IIA dan IIIB, serta Antasari-Brigif. Dengan total panjang ruas tol mencapai 87,3 km.

Kemudian untuk Tier II membutuhkan dana Rp5,1 triliun dengan panjang ruas tol 12,34 km. Serta untuk Tier III senilai Rp2,7 triliun akan digunakan pembiayaan proyek jalan tol sepanjang 6,2 km. (ADV)

 

Pewarta : Busthomi

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs