Jakarta, Aktual.co — Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali berkicau dalam akun sosial media Twitter-nya. Kicauan tersebut menanggapi penyataan pedas salah satu Menteri dalam kabinet kerja Presiden Joko Widodo yakni Menteri ESDM Sudirman Said.
“Saya amat terkejut dengan pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang menyerang dan mendiskreditkan saya ketika menjadi presiden dulu. Sudirman Said melalui Berita Republika Online mengatakan bahwa pemberantasan Mafia Migas selalu berhenti di Meja SBY,” kata SBY seperti dikutip dari akun twitter @SBYudhoyono, Jakarta, Selasa (19/5).
Selain itu, SBY juga berharap agar Sudirman Said segera melakukan klarifikasi terkait pernyataannya itu.
“Saya harap Pak Menteri ESDM melakukan klarifikasi apa yang dimaksud, karena justru saya ingin penyimpangan apa pun diberantas,” sebutnya.
Seperti diketahui, sebelumnya dalam satu diskusi terbuka di kawasan Cikini, Jakarta, pada akhir pekan lalu, Sudirman Said mengakui adanya upaya kuat dari lingkungan di luar Pertamina yang berupaya menggagalkan upaya pembubaran Petral sejak lama.
Dikatakannya, di masa pemerintahan Presiden SBY, kerap kali upaya pembenahan mafia migas ini hanya berhenti di meja kerja presiden.
“Itulah sebabnya ketika saya diundang oleh Presiden sehari sebelum ditunjuk sebagai Menteri. Beliau bertanya banyak hal termasuk soal mafia. Saya jawab, pak sebetulnya dahulu banyak kegiatan inisiatif baik dari Pertamina namun selesai di sini. Di mana? Di kantor Presiden, karena Presiden tidak mendukung,” ungkapnya.
Berikut isi kicauan akun @SBYudhoyono menanggapi pernyataan pedas Sudirman Said;
Saya bahkan membentuk Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, yg hakikatnya memberantas kejahatan & penyimpangan apa pun *SBY*
Tidak ada yg mengusulkan ke saya agar Petral dibubarkan. Saya ulangi, tidak ada. Kalau ada pasti sudah saya tanggapi dengan serius *SBY*
Saya tertib dlm manajemen pemerintahan. Isu serius seperti mafia migas, pasti saya respons. Tidak mungkin berhenti di meja saya. *SBY*
Hari ini saya berbicara dgn mantan Wapres Boediono & 5 mantan menteri terkait apakah memang pernah ada usulan pembubaran Petral. *SBY*
Semua menjawab tidak pernah ada. Termasuk tidak pernah ada 3 surat yg katanya dilayangkan oleh Menteri BUMN, Dahlan Iskan waktu itu. *SBY*
Berita ini saya pandang sudah tmsk fitnah & pencemaran nama baik. Saya menunggu klarifikasi dari pihak-pihak yg menyebarkan. *SBY*
Mungkin tidak mudah menghadapi yg tengah berkuasa sekarang ini. Tetapi, kebenaran adalah “power” yg masih saya miliki. *SBY*
Selama jadi presiden, saya tidak pernah mengintervensi BUMN mana pun. Termasuk urusan tender & bisnisnya. Yg penting jangan korupsi. *SBY*
Saya juga berpesan agar semua BUMN berkembang baik, bayar pajak, & deviden, tidak ada korupsi & jangan pula jadi sapi perah. *SBY*
Sebenarnya saya mendukung upaya pemerintahan Presiden Jokowi utk lakukan penertiban, krn setiap Presiden hakikatnya juga begitu. *SBY*
Tetapi kenapa harus terus menyalahkan pemimpin & pemerintahan sebelumnya. Popularitas bisa dibangun tanpa menjelekkan pihak lain. *SBY*
Tuduhan & fitnah yg disampaikan Menteri ESDM & pihak-pihak tertentu sulit saya terima. Rakyat Indonesia, doakan saya kuat menghadapi. *SBY*
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















