Kepala Bdan Narkitika Nasional (BNN) Komjen Polisi Budi Waseso (tengah) didampingi sejumlah petinggi BNN, mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/2). Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja pencegahan dan pemberantasan Narkotika oleh BNN selama 2017 serta arah kebijakan BNN pada tahun 2018. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Direktur Utama Bulog Komjen (Purn) Budi Waseso berencana menggandeng TNI dan Polri untuk menjamin ketersediaan beras di pelosok desa di seluruh Tanah Air.

“Kami akan melibatkan kekuatan dari TNI Polri di wilayah desa, sehingga nanti stok beras ada di polsek, koramil,” kata Budi Waseso di sela-sela acara pemusnahan narkoba sabu di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (4/5).

Mekanismenya, nantinya pihak Bulog akan menyuplai stok beras ke sejumlah polsek dan koramil serta di sentra-sentra penjualan beras. Selanjutnya para Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan menjadi agen beras yang langsung menjual beras kepada masyarakat setempat dengan standar harga yang sudah ditentukan Bulog.

“Babinsa, bhabinkamtibmas akan jadi agen (beras). Jadi tidak ada yang bisa mempermainkan harga (beras),” katanya.

Budi pun memastikan penjualan beras melalui polsek dan koramil kepada masyarakat akan diawasi Bulog dengan baik. “Setiap penjualan akan terdeteksi, dengan sistem barcode,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid