Seorang teller menunjukan mata uang dollar di salah satu gerai money changer di Jakarta, Jumat (2/3/18). Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai pengenaan tarif impor baja sebesar 10% dan tarif impor alumunium sebesar 25%, sempat membuat dollar AS melemah terhadap rupiah. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore terapresiasi sebesar 15 poin menjadi Rp14.795 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.810 per dolar AS.

“Pada perdagangan sore ini rupiah terapresiasi terhadap dolar AS seiring munculnya kabar mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan naik,” ujar Pengamat pasar uang dari Bank Woori Saudara Indonesia Rully Nova di Jakarta, Selasa (4/9).

Menurut dia, kabar mengenai BBM yang akan dinaikan menjadi sentimen positif di pasar uang, karena kebijakan itu dapat menurunkan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

“Kalau neraca keuangan kita membaik maka rupiah juga akan terapresiasi,” katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, apresiasi rupiah diperkirakan masih akan dibayangi sentimen kenaikan suku bunga the Fed pada September ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid