Jakarta, aktual.com – Badan Usaha Milik Negera (BUMN) seharusnya lebih profesional dan Prudential dalam menjalankan core bisnisnya dan menjadi ujung tombak pembangunan dengan. Lebih antisipatif, inovatif, dan berwawasan global.
Hal itu disampaikan Ketua Masyarakat Profesional Madani Indonesia (MAPMI), Tubagus Fahmi Arifin, di Jakarta, Selasa (25/9).
“BUMN sebagai ujung tombak pembangunan harus lebih antisipastif, inovatis dan berwawasan global sehingga mampu bersaing dikanca internasional,” kata dia.
Sehingga, masih dikatakan Fahmi, keberadaan perusahaan plat merah tersebut lebih aktif dalam mengantisipasi setiap persoalan ekonomi yang muncul dan berdampak secara nasional.
“BUMN harus lebih aktif dalam mengantisipasi masalah-masalah ekonomi yang muncul. Sehingga, diperlukan BUMN yang lebih professional dan pruden dalam menjalankan core bisnisnya,” sebut dia.
Dalam acara diskusi bertajuk ‘Tantangan dan Peluang BUMN Dalam Hadapi Krisis Global’, mantan anggota Komisi VI DPR RI, Putra Jaya mengatakan, jika pemerintah harusnya dapat mengembalikan peran utama BUMN dalam mensejahterakan rakyat Indonesia.
Ia menduga, seringkali dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) peran dari BUMN cenderung dikerdilkan dan kalah penting bila dibandingkan dengan pihak swasta. Karena itu, perlu adanya kebijakan atau keberanian BUMN untuk mengambil peran penting diserap pengelolaan SDA di negeri sendiri.
“BUMN sudah seharusnya kembali kepada peran utama yaitu mensejahterakan rakyat, sektor yang penting diserahkan ke swasta, sehingga tidak lagi mengkerdilkan peran BUMN, harus ada kebijakan atau keberanian dari BUMN untuk mengambil peran dalam pengelolaan SDA,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang














