Jakarta, Aktual.co — Polres Mataram, Nusa Tenggara Barat terpaksa menghadiahi kaki MH 30 tahun, dengan timah panas ketika berusaha kabur ketika akan ditangkap. HM yang berprofesi sebagai juru parkir itu diduga sebagai komplotan pencurian sepeda motor.
“Dia tidak mau mengaku dan berbelit-belit saat diinterogasi anggota, makanya di tembak. MH ditangkap pada Sabtu (16/5), sekitar pukul 16.00 Wita di indekosnya di Lingkungan Moncok Karya, Kecamatan Ampenan,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polres Mataram AKP I Wayan Suteja di Mataram, Senin (18/5).
MH yang diduga sebagai anggota komplotan spesialis pencuri sepeda motor itu, ditangkap setelah anggota mendapat laporan dari korban yang kehilangan kendaraannya pada pekan lalu di wilayah Gomong, Kecamatan Mataram. 
“Pekan lalu kami menerima laporan sebuah sepeda motor merek Yamaha Mio Soul GT dengan nomor polisi DR 5656 AZ hilang di sebuah kos-kosan yang terletak di wilayah Gomong,” ujarnya.
Dari laporan tersebut, anggota kepolisian kemudian menindaklanjuti di lapangan dan mendapat keterangan tambahan dari seorang makelar kendaraan bernama Selamet yang menerima sepeda motor dari tangan MH.
“Dari keterangan Selamet, anggota menemukan sepeda motor yang dilaporkan telah hilang sepekan lalu, darinya anggota menemukan nama MH.”
Suteja mengatakan, Selamet mendapat sepeda motor tersebut dari MH yang menjualnya tanpa surat kelengkapan. Berdasarkan keterangan itu, anggota kemudian berusaha mendeteksi keberadaan MH. Dari keterangan MH, polisi memperoleh identitas seseorang yang disebut sebagai penyalur sepeda motor hasil curian berinisial JO, asal Tanak Awu, Kabupaten Lombok Tengah.
“Dia mengaku tidak mengetahui kalau sepeda motor yang diberikan JO adalah hasil curian, dan diperintahkan untuk menjualnya.”
Namun, kepolisian tidak langsung mempercayai pengakuan MH. Pihaknya akan terus mendalami keterangan dari pelaku maupun hasil identifikasi di lapangan.
“Modusnya kami dalami dahulu, yang jelas MH beserta barang buktinya sudah kami amankan di Mapolres Mataram, dan JO yang disebut sebagai penyalur barang curian itu masih diselidiki keberadaannya di lapangan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu