Jakarta, Aktual.co — Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan awal pekan pagi ini dibuka menguat. Sayangnya, penguatan tersebut tak berlangsung lama, Rupiah bergerak berbalik arah ke zona negatif.
Berdasarkan data  Bloomberg Dollar Index pada pagi ini, Senin (18/5), Rupiah dibuka menguat 0,06% ke Rp13.076 per dolar AS, dan makin menguat ke Rp13.070 (+0,11%), dibanding pada penutupan perdagangan Jumat (15/5), Rupiah melemah 0,22% ke Rp13.084/per dolar AS. Namun saat perdagangan BEI dibuka pukul 08.55 WIB, Rupiah berbalik arah melemah 0,31% ke Rp13.125 per dolar AS.
NH Korindo Securities Indonesia dalam risetnya mengemukakan, laju Rupiah di akhir pekan mampu melanjutkan penguatannya seiring dengan harapan kami agar Rupiah dapat bergerak positif. Rilis surplus neraca perdagangan senilai USD450 juta cukup memberikan sentimen positif bagi Rupiah.
“Bahkan berbalik naiknya laju dolar AS pasca merespon penurunan klaim pengangguran tidak menjadi penghalang bagi penguatan Rupiah.” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.
Pada Senin (18/5) Reza memprediksikan laju Rupiah di atas target level resisten 13.177, yaitu Rp13.075-13.100 (kurs tengah BI). Menurutnya, perlu mewaspadai pembalikan arah seperti biasanya ketika Rupiah bergerak naik signifikan.
“Namun demikian, tetap cermati sentimen-sentimen yang ada,” pungkasnya. 

Artikel ini ditulis oleh: