Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Pergerakan Rupiah pada akhir pekan kemarin mampu berada di zona hijau. Meningkatnya laju EUR mengimbangi pelemahan CNY setelah dirilisnya perlambatan ekonomi Tiongkok. Pergerakan EUR meningkat terutama terhadap USD setelah Komisi Uni Eropa berusaha menenangkan pasar terkait dengan penyelesaian masalah anggaran di Italia. Sedangkan pada hari ini, Senin (22/10), rupiah diprediksi akan bergerak di kisaran 15.191-15.179.

“Pergerakan Rupiah mulai menguat diharapkan dapat kembali bertahan seiring masih adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri. Di sisi lain, pergerakan EUR yang diperkirakan akan menguat seiring dengan akan tercapainya kesepakatan Brexit diharapkan dapat dimanfaatkan Rupiah untuk kembali menguat,” ujar analis pasar CSA Research Institute Reza Priyambada dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (22/10).

Namun, dirinya menyarankan agar mencermati sentimen-sentimen yang terjadi bisa membuat rupiah kembali melemah. Untuk diketahui, pada perdagangan pagi ini, data bloomberg menunjukkan rupiah melemah tipis 0,05 persen atau -7.5 ke Rp15,187.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka