Karyawan memperlihatkan uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (4/9/2018). Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.940 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Indonesia punya sejarah pahit mengenai krisis moneter, yaitu yang terjadi 20 tahun silam, tepatnya pada 1998. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore menguat 36 poin menjadi Rp15.199 dibandingkan posisi sebelumnya sebesar Rp15.235 per dolar AS.

Pengamat pasar uang PT Bank Woori Saudara Indonesia Tbk Rully Nova di Jakarta, Rabu (31/10) mengatakan kurs rupiah terapresiasi setelah pada hari sebelumnya mengalami tekanan hingga menembus level Rp15.200 per dolar AS, karena sebagian pelaku pasar mengambil posisi untung.

“Sebagian pelaku pasar mengambil posisi teknikal dan sedikit mengabaikan sentimen negatif mengenai perang dagang untuk ambil untung,” katanya.

Menurut dia, apresiasi rupiah relatif masih terbatas karena masih dibayangi kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat perang dagang.

Ia mengharapkan fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai solid dapat menjaga stabilitas rupiah untuk jangka panjang. “Secara jangka pendek, pergerakan kurs rupiah diperkirakan bervariasi,” katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (31/10), tercatat mata uang rupiah menguat menjadi Rp15.227 dibanding sebelumnya (30/10) di posisi Rp15.237 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid