Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, memberikan keterangan terkait dampak gempa Aceh di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (7/12/2016). BNPB mencatat korban meninggal dunia akibat gempa Aceh menjadi 52 orang. Gempa berkekuatan 6,5 SR juga merusak beberapa bangunan diantaranya 105 ruko, 125 rumah, 14 masjid, satu rumah sakit di Pidie dan 1 sekolah rusak berat. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengusulkan pendidikan kebencanaan dimasukkan sebagai pelajaran wajib di sekolah.

“Mata pelajaran geografi akan lebih mudah mewadahi pendidikan kebencanaan. Jadikan geografi mata pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan,” kata Sutopo saat dihubungi di Jakarta, Senin (7/1).

Agar berjalan efektif, Sutopo menyarankan pendidikan kebencanaan tidak dijadikan mata pelajaran baru. Jangan pula pendidikan kebencanaan dimasukkan ke dalam pendidikan karakter karena akan menjadi tidak fokus.

Menurut Sutopo, pendidikan karakter sudah terlalu banyak muatannya, seperti narkoba, terorisme, bela negara dan lain-lain. Karena itu, pendidikan kebencanaan tidak akan efektif bila dimasukkan ke dalam pendidikan karakter.

“Jadikan pendidikan kebencanaan sebagai muatan lokal yang juga mengajarkan keterampilan, simulasi dan latihan sesuai dengan potensi bencana masing-masing daerah,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh: