Petugas memperlihatkan sabu saat akan melakukan test laboratorium barang bukti kasus penyelundupan 1,6 ton sabu di kantor Dit Narkoba Bareskrim Polri, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (27/2/18). AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai perang “proxy” narkoba telah menargetkan generasi milenial Indonesia terlihat dari tingginya gelombang penyelundupan narkoba ke Indonesia.

“Selama 2 dekade belakangan ini, anak dan remaja Indonesia nyata-nyata menjadi target perang ‘proxy’. Modusnya, menggoda dan mencekoki mereka dengan aneka ragam produk narkoba (narkotika dan obat-obatan) terlarang,” kata Bambang dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/2).

Bambang menjelaskan bahwa perang “proxy” bermodus membanjiri Indonesia dengan ragam produk narkoba tidak akan terlihat masif seperti sekarang ini jika tidak ada komunitas penjahat lokal yang menjadi mitra semua sindikat internasional itu.

“Strategi melancarkan perang “proxy”, identitas lawan tidak mudah dibaca karena berkamuflase sebagai pelaku tindak kriminal yang membangun kolaborasi dengan komunitas penjahat di negara yang menjadi target serangan,” ujarnya.

Ruang publik saat ini, menurut Bambang, terus dibanjiri ragam produk narkoba akibat masih tingginya intensitas penyelundupan.

Artikel ini ditulis oleh: