Medan, Aktual.co —  Ketua DPRD Medan Henry John Hutagalung mengaku tidak akan gentar menghadapi laporan Lurah Petisah Tengah Kecamatan Petisah, Muhammad Agha Novrian dengan tudingan melakukan penganiayaan.

Kepada Aktual.co melalui sambungan telepon, Sabtu (16/5), politisi PDI Perjuangan itu mengatakan apa yang ia lakukan adalah atas laporan warga terkait dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Lurah tersebut.

“Ada laporan warga, dia dipaksa membayar uang Rp1,5 juta untuk membuat surat keterangan perusahaan,” beber Henry.

Menerima laporan warga, Henry mengaku mengirimkan ajudannya untuk menemui Lurah.

“Jangan seperti itu bilang dari saya, tapi jawaban dia, ndak ada itu harus bayar, akhirnya perusahaan ini gak mau ribut dia bayar, tapi harus pakai kwitansi, dan ada kwitansinya,” katanya.

Tak sampai disitu, Henry juga mengaku menerima laporan selanjutnya dari warga yang berbeda. Kali ini, dugaan pemerasan atas papan reklame dengan permintaan uang sejumlah yang sama.

“Ada papan reklame ditumbangkannya, gara-gara gak mau bayar seperti yang dia minta. Saya urut dada jugak, karena ini termasuk keluarga, menantu saya. Jadi sya panggil keluarganya, agar diingatkan, tapi gak tau saya apa diingatkan, dan saya sms lagi boru kita, istri dia,” tuturnya.

Tak lama berselang, sambung John, Sabtu (9/5) kemarin, dirinya kembali menerima laporan warga. Menyebut, tak dikeluarkan Surat Keterangan (SK) domisili perusahaan, jika tidak membayar Rp2,5 juta.

“Hari sabtu datang lagi laporan warga, mengurus surat keterangan domisili perusahaan, Rp2,5 juta, dipaksa, jadi dia gak mau bayar, asal dia datang Lurah ini ngelak-ngelak,” kata John.

Menerima laporan berturut-turut, Henry mengaku akhirnya mendatangi kantor Lurah Petisah Tengah untuk menemui Muhammad Agha Novrian pada Senin (11/5) kemarin.

“Jadi saya datangi Senin, saya bilang, masih muda kau lho, gak kau jaga kredibilitas kau, kau buat kek gini kan malu kita, masih lurah kau, kecuali kau udah gak makan lagi, biar nanti saya bilang sama mertua kau,” ujar John menirukan ucapannya kepada Lurah.

Mendengar itu, lanjut John, Lurah Agha pun tersulut emosi dan berdiri dengan mengeluarkan ucapan membentak.

“Kubilang gitu, dia langsung berdiri, marah dia kuat-kuat suaranya, Bapak jangan ngomong gitu, saya berdiri, saya tunjuk, saya ginikan (tepiskan) tangannya, kau tak kenal sama saya? Saya ini masih mertua kau lho. Buat malu kau, masak semua kau peras-i orang,” tuturnya.

Menurut John, kala itu, Lurah Agha masih membantah melakukan pemerasan. Lurah Agha berasalan uang tersebut adalah untuk permintaan bantuan.

“Dia bilang dia mintak bantuan, saya bilang mintak bantuan apa? Ini kau kalau gak bayar gak kau keluarkan,” tukasnya.

Diketahui, Lurah Petisah Tengah, Kecamatan Petisah, Kota Medan Muhammad Agha Novrian melaporkan Ketua DPRD Medan Henry John Hutagalung, Jumat (15/5) lalu. Lurah Agha mengaku mendapat penganiayaan karena kerah baju, menekan leher dengan tangan hingga jatuh terduduk.

Artikel ini ditulis oleh: