Jakarta, Aktual.co — Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok  terus menerus menuai kontroversi dari banyak pihak. Belum reda kritikan yang menyebutnya sebagai mulut toilet saat diwawancarai live oleh salah satu stasiun televisi swasta, kini Gubernur Ahok kembali diprotes sejumlah ormas dan tokoh-tokoh betawi dibalaikota Jakarta Pusat karena dinilai berkata rasis dan telah memicu konflik sara.
Pasalnya mantan bupati Belitung Timur itu telah menyamakan nama seekoor anak sapi dengan nama USB atau kepanjangan untuk Sapi Betawi. Hal itupun mendapat perhatian sejumlah tokoh betawi hari ini yang berusaha menemui Ahok di kantornya.
“Kami sebagai anak Betawi marah dengan ucapan Ahok yang rasis,” kata Muhammad Rifki di Balaikota, Senin (30/3). 
Dikatakan Rifki, pihaknya datang ke Balaikota bersama warga Jakarta yang tergabung dalam Masyarakat Anti Rasis (Mars). Kedatangan tersebut berniat baik yakni untuk meminta klarifikasi terkait ucapan Ahok yang menyamakan anak sapi dengan nama Betawi. Namun niat baik tersebut tidak ditanggapi Ahok lantaran Ahok tidak mau menemui perwakilan pengunjuk rasa itu.
“Dengan tidak adanya klarifikasi dari Ahok berarti kami simpulkan Ahok memang berniat menghina warga Betawi dengan menyamakan dengan sapi,” kata Eki.
Ditambahkan Eki ucapan-ucapan Ahok sudah meresahkan masyarakat. Sikap Ahok juga berpotensi menimbulkan gejolak dan gesekan di tingkat bawah. Untuk itu, Eki bersama Mars akan melaporkan tindakan Ahok tersebut kepada Mahkamah Agung (MA).
 “Diharapkan MA bisa mengambil tindakan untuk menghentikan tindakan-tindakan Ahok yang rasis,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid