Jakarta, Aktual.co — Usai kunjungan ke bandara-bandara, Komisi V DPR RI tidak yakin Kementerian Perhubungan akan tingkatkan kategori penerbangan Indonesia. Pasalnya, proses perbaikan hrus dilakukan bertahap dan masih banyak bandara yang belum diaudit Kemenhub.
Namun Menhub Ignasius Jonan telah berjanji akan memperbaiki penerbangan hanya dalam waktu tiga bulan hingga Mei mendatang, jika tidak ia sendiri yang akan ‘memecat’ pejabat eselon satu di Kementrian Perhubungan.
“Saya kira tidak akan bisa di lakukan 2 sampai 3 bulan ini, perbaikan itu harus secara bertahap,” ujar Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hakim, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (30/3).
Abdul Hakim mengatakan Komisi V akan melihat dan mengevaluasi kinerja Menhub Jonan atas janji yang diberikan pada rapat dengar pendapat masa sidang lalu.
“Pak menteri berjanji dalam semester ke depan akan ada perbaikan-perbaikam. Kita lihat aja nanti sekitar bulan Juni-Juli, akan kita evalusi lagi seperti apa,” katanya
Abdul Hakim mengatakan prediksi Panja Komisi V tidak secepat janji Menhub. Sebab, masih banyak elemen yang belum teraudit. Ia juga mendesak Kemenhub segera lakukan audit terkait hal tersebut.
“Menurut prediksi kita tidak bisa secepat itu terkait persoalan sdm, sarana prasarana bahkan di beberapa bandara belum di adakan audit oleh kemenhub,” kata Abdul Hakim
Abdul Hakim menuturkan fungsi panja inilah yang kemudian harus menemukan hal-hal yang krusial. Panja ini nanti harus mengklasifikasikan sektor SDM, sektor bandara, kemudian sisi pengawasan regulator sehingga nantinya diketahui detail perbaikannya.
“Oleh karena itu kami mendesak Kementrian Perhubungan melakukan audit terhadap seluruh bandara-bandara yang ada di Indonesia sehingga ketahuan kekurangan dan sebagainya. Perintah dari undang-undang kan memang harus ada sertifikasi,” tuturnya
Ia menambahkan, syarat mendasar bandara yang beroperasi harus memiliki sertifikasi, oleh karena itu pemerintah harus segera lakukan audit.
Sementara itu, perihal audit ICAO yang menunjukkan penerbangan Indonesia berada pada level bawah, Abdul Hakim mengatakan Panja akan bentuk rekomendasi yang harus segera di lakukan Kemenhub atas perbaikan dunia penerbangan.
“Nanti otomatis akan meningkatkan rating, justru panja ini ingin menemumakan hal yang paling mendasar walaupun secara kasat mata dari situ sudah bisa di analisis, misalnya hasil dari ICAO, kita sudah juga lakukan knjungan-kunjungan tapi sertifikasi belum dilakukan secara menyeluruh oleh pemerintah. Tapi bagaimana ketahuan kalau sertifikasinya belum dilakukan,” katanya
Artikel ini ditulis oleh:

















