Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol, Yorrys Raweyai menyambangi pimpinan MPR RI. Kedatangannya, selain bersilaturahmi juga untuk menjelaskan seputar persoalan pengesahan Partai Golkar di DPR RI.
Dengan mengenakan kemeja hitam bergaris, Yorrys datang sekitar pukul 12.45 WIB. Ketika ditanya awak media, jika datangnya ke MPR menyusul pimpinan DPR berpihak kepada salah satu kelompok dalam menjalankan tugasnya.
Padahal, pimpinan seharusnya bertindak menyatakan sikap secara subjektif. Kritik itu dilontarkannya melihat kisruh Golkar di fraksi yang semakin meruncing.
“Pergantian sekretariat fraksi itu kewenangan DPP, baik Fahri Hamzah maupun Fadli Zon tidak perlu mencampuri itu. Dia (pimpinan) tidak kubu-kubuan,” ucap Yorrys kepada wartawan, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (30/3).
Dikatakan dia, pimpinan DPR hanya bertugas menfasilitasi administrasi perubahan fraksi. Sebab perubahan fraksi adalah kewenangan penuh dari pengurus partai di DPP partai berlambang beringin tersebut.
“Dia itu pimpinan dewan secara kolektif kolegial supaya mereka pahami itu. Fraksi adalah hak daripada DPP berdasarkan hukum, surat yang dikeluarkan menkumham,” bebernya.
Masih kata Yorrys, pergantian fraksi, kata dia, tidak perlu proses di Badan Musyawarah (Bamus). DPP partai hanya menyurati pada pimpinan melalui Sekretariat Jenderal.
“Setelah itu langsung dirapatkan pimpinan dan diakui di paripurna,” tandasnya sembari bergegas berjalan menuju ruang pimpinan MPR di Lantai 9.
Untuk diketahui, dalam kunjungan Yorrys ini diterima oleh Wakil Ketua MPR Mahyudin, yang juga berasal dari Golkar, dan Oesman Sapta Odang.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang













