Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Joko Widodo lebih kejam dari Orde Baru. Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Heri Gunawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (30/3).
Heri menyebutkan, hal itu bisa dilihat dari pengangkatan para komisaris di jajaran BUMN yang dilakukan oleh pemerintah.
“Rasanya kalau Jokowi tidak tahu, tidak mungkin, kecuali menterinya tidak melaporkan kepada presiden. Cara Jokowi ini lebih kejam dari Orba. Kalau Orba tidak diketahui, tapi ini kelihatan sekali,” kata Heri.
Ia menambahkan, pengangkatan para komisaris seperti Refli Harun yang ditempatkan sebagai Komisaris Utama PT Jasa Marga, Sukardi Rinakit sebagai Komut BTN, dan sejumlah tim sukses Jokowi adalah bentuk balas budi.
“Kita tak bisa pungkiri. Pengangkatan mereka di BUMN dan sejumlah instansi adalah bentuk balas budi. Namun kita berpiir positif saja asal yang diangkat bisa memberikan kontribusi. Kalau tidak, kita akan pertanyakan,” kata politisi Partai Gerindra itu.
Yang pasti, dilihat dari kapasitas dan kemampuan orang-orang yang ditempatkan Jokowi sebagai komisaris tidak sesuai dengan latar belakang dan kemampuan mereka.
“Kami akan pertanyakan dalam waktu dekat kepada Menteri BUMN, Rini Seomarno apakah ada kriteria mengangkat orang. Kalau pengangkatan itu tergantung dari cita rasa. Kalau dia (presiden atau menteri) suka dan yang diangkata bisa mensupport, gak masalah. Tapi kalau polanya begini, agak repot. Sebenarnya kita barharap penempatan komisaris harus the right man and the right place sebab kita ingin profesional,” kata Heri.
Artikel ini ditulis oleh:

















