Jakarta, Aktual.co — Menjelang Pemilu Raya, Partai Keadilan Sejahtera diprediksi tidak akan terpecah-belah ataupun terjadi dualisme. Pengamat Politik Emrus Sihombing menilai kecil kemungkinan PKS akan mengalamai dualisme kepemimpinan.
“Karena PKS kan partai ideologis dengan kader militan mereka boleh dikatakan sangat loyal terhadap ideologi dan program partai mereka, berbeda dengan partai lain yang sangat pragmatis,” ujar Emrus di Jakarta, Minggu (29/3).
Namun demikian, menurutnya bukan berarti tidak terjadi dualisme kepemimpinan di PKS. Sebab, sifat politik yang dinamis bisa saja memunculkan konflik antar kader.
“Di PKS kan juga sangat menghormati senioritas, katakanlah tokoh yang di hargai, bukan berarti harus ketua umum, jadi kecil kemungkinannya. Tidak juga 100 persen tidak akan terjadi karena politik itu sangat dinamis, tidak ada fenomena politik dan fenomena sosial yang stabil,” kata dia.
Dia mengatakan, meskipun sudah dinyatakan solid namun antisipasi juga mesti dilakukan oleh individual dalam parpol ini.
“Antisipasi perlu, rapatkan barisan tanpa membedakan nafsi-nafsi karena kader juga manusia, antisipasi mensolidkan hubungan antar fraksi karena bagaimanapun tiap partai pasti terdiri dari beberapa fraksi, maka rapatkan barisan antar fraksi adalah hal mutlak dilakukan sehingga PKs tetap solid,” kata Emrus.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu














